Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Nyoman Giri Prasta menyerahkan Piagam Penghargaan dan Hadiah Pemenang Ogoh-Ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar, Jumat (8/5). Apresiasi ini diberikan kepada Sekaa Teruna Teruni (STT) yang dinilai berhasil menjaga denyut budaya Bali lewat karya ogoh-ogoh yang artistik dan sarat makna filosofis.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan ogoh-ogoh bukan sekadar tradisi tahunan menjelang Nyepi, melainkan simbol ketangguhan, solidaritas, kreativitas, dan kecintaan generasi muda terhadap akar budaya leluhur. “Hari Raya Nyepi memang sudah lewat, tetapi semangatnya jangan sampai luntur. Ini menjadi wahana bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menguatkan jati diri,” ujarnya.
Saat berdialog, Gubernur dan Wagub dibuat terperangah mengetahui proses pembuatan ogoh-ogoh bisa memakan waktu 4–5 bulan dengan biaya produksi lebih dari Rp50 juta. Angka itu lahir dari gotong royong, pengorbanan waktu, tenaga, dan semangat kebersamaan pemuda di banjar-banjar Bali yang rela begadang berbulan-bulan demi karya terbaik saat pengerupukan.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemprov Bali memberikan dana pembinaan masing-masing Rp5 juta kepada 10 STT favorit pilihan Gubernur dan Wagub. Penerima penghargaan yakni: STT Anom Darsana (Karangasem), ST Asti Dharma Kerti (Bangli), YDA Purbawisesa (Jembrana), ST Sukarela (Denpasar), ST Siladharma Silakarang (Gianyar), ST Swadharmita (Klungkung), STT Ananta Genta Laksana (Tabanan), STT Munca Sari (Tabanan), ST Samagama Triwarga (Buleleng), dan ST Bhuana Kusuma (Badung).
Momen haru terjadi saat para penerima penghargaan menyampaikan terima kasih langsung kepada Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta. “Matur suksma Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur atas dukungannya kepada generasi muda Bali,” ujar mereka. Momen itu menegaskan komitmen generasi muda Bali untuk terus menjaga nyala budaya leluhur di tengah gempuran modernisasi.

0 Comments:
Posting Komentar