𝗣𝗞𝗕 𝗫𝗟𝗩𝗜𝗜𝗜 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗟𝗶𝗯𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝟮𝟬 𝗥𝗶𝗯𝘂 𝗦𝗲𝗻𝗶𝗺𝗮𝗻, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗸𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗼𝗳𝗲𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝘂𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀

 PKB%20XLVIII%202026%20Libatkan%2020%20Ribu%20Seniman,%20Gubernur%20Koster%20Tekankan%20Profesionalisme%20dan%20Kualitas%20(2)


Dalam hal pengelolaan parkir, Koster meminta kerja sama yang baik dengan desa adat di sekitar lokasi kegiatan agar arus kendaraan dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga.

“Setiap tahun harus ada kemajuan yang lebih baik agar kualitas PKB terus meningkat dan tujuan pelaksanaannya bisa tercapai dengan baik,” tegasnya.

Koster juga berharap Presiden Prabowo Subianto dapat hadir membuka pawai PKB XLVIII Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni budaya Bali.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Alit Suryana menjelaskan PKB XLVIII tahun ini mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” yang bermakna pemuliaan jiwa menuju kesadaran yang jernih, luhur, dan harmonis.

Menurutnya, tema tersebut menempatkan seni budaya tidak hanya sebagai ekspresi estetika, tetapi juga sebagai media refleksi spiritual yang memperkuat keseimbangan antara dimensi sosial, budaya, dan ekologis kehidupan masyarakat Bali.

PKB XLVIII 2026 akan menghadirkan berbagai agenda utama seperti Peed Aya, Kandarupa, Rekasadana, Utsawa, Kriyaloka, Wimbakara, Widyatula, Jantra Tradisi Bali hingga Bali World Culture Celebration.

“Sebanyak 20.929 seniman dari 673 sekaa akan terlibat dalam pelaksanaan PKB XLVIII Tahun 2026,” ungkapnya. 
    

𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗧𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗻𝘁𝗮𝘃𝗶𝗿𝘂𝘀, 𝗗𝗶𝗻𝗸𝗲𝘀 𝗣𝗮𝘀𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗔𝗱𝗮 𝗞𝗮𝘀𝘂𝘀

 Bali%20Tingkatkan%20Pengawasan%20Hantavirus,%20Dinkes%20Pastikan%20Belum%20Ada%20Kasus


DENPASAR, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus menyusul munculnya laporan kasus di sejumlah wilayah Indonesia. Hingga kini, Bali dipastikan masih dalam kondisi aman karena belum ditemukan kasus maupun suspek penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes, dalam keterangan resmi di Denpasar, Selasa (12/5), menegaskan bahwa langkah pengawasan terus diperkuat sebagai bentuk antisipasi dini tanpa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Hingga saat ini belum ada kasus maupun suspek hantavirus yang terdeteksi di Bali,” ujar dr. Anom.

Ia menjelaskan, penguatan pengawasan dilakukan di berbagai pintu masuk Bali, mulai dari bandara, pelabuhan, hingga area kerja yang dinilai memiliki potensi risiko lebih tinggi terhadap penularan penyakit zoonosis tersebut.

Hantavirus sendiri merupakan penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Penularannya dapat terjadi akibat paparan urine, kotoran, air liur, maupun debu yang telah terkontaminasi virus dari tikus yang terinfeksi.

Meski demikian, penyakit ini tidak menular antar manusia seperti COVID-19 sehingga masyarakat diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

Menurut dr. Anom, gejala awal hantavirus umumnya menyerupai flu berat, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, hingga rasa lemas. Dalam kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius apabila tidak segera ditangani.

Sebagai langkah preventif, masyarakat diimbau menjaga kebersihan rumah dan lingkungan agar populasi tikus dapat dikendalikan. Warga juga diminta berhati-hati saat membersihkan gudang atau ruangan yang lama tidak digunakan.

Penggunaan masker dan sarung tangan dianjurkan ketika membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi kotoran tikus. Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering karena dapat menyebabkan debu beterbangan dan berisiko terhirup.

Dinas Kesehatan Bali juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi dan nyeri otot setelah beraktivitas di lingkungan yang banyak ditemukan tikus.

Selain memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota dan fasilitas kesehatan, Pemprov Bali juga meningkatkan pengawasan terhadap pekerja migran serta kru kapal pesiar yang masuk ke Bali.

Edukasi mengenai penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga terus digencarkan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran penyakit berbasis lingkungan.

“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI untuk memantau perkembangan situasi secara real-time,” tegas dr. Anom.
    

𝗞𝗮𝗯𝗲𝗹 𝗦𝗲𝗺𝗿𝗮𝘄𝘂𝘁 𝗱𝗶 𝗖𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗿𝘁𝗶𝗯𝗸𝗮𝗻, 𝗣𝗿𝗼𝘃𝗶𝗱𝗲𝗿 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗲𝗹 𝗧𝗲𝗿𝗮𝗻𝗰𝗮𝗺 𝗗𝗲𝗻𝗱𝗮 𝗥𝗽 𝟱𝟬 𝗝𝘂𝘁𝗮

 1000079454


BADUNG, Pemerintah Kabupaten Badung mulai mempercepat penataan kawasan wisata Canggu, Kecamatan Kuta Utara, dengan menertibkan kabel utilitas yang semrawut di sepanjang Jalan Canggu hingga Jalan Batu Mejan, dekat kawasan Pura Batu Mejan. Penertiban dilakukan oleh Tim Penertiban Utilitas Dinas PUPR Badung pada Jumat (8/5/2026).

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Badung, Teddy Widnyana Putra, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari program penataan jaringan utilitas terpadu yang sebelumnya telah dibangun pemerintah daerah.

“Langkah ini bertujuan menciptakan kawasan yang lebih rapi, aman, dan nyaman, baik bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata pesisir tersebut,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).

Menurut Teddy, penertiban kabel provider sebenarnya telah dilakukan sejak tahun lalu di sejumlah wilayah di Kabupaten Badung. Namun, kegiatan itu kini diperkuat dan dijadwalkan rutin dua kali setiap bulan sesuai arahan pimpinan daerah.

“Kegiatan ini sudah sejak tahun lalu dilaksanakan dan beberapa wilayah sudah ditertibkan. Sesuai arahan pimpinan Bapak Bupati dan Wakil Bupati dalam percepatan penertiban jaringan utilitas yang semrawut di Kabupaten Badung, kegiatan ini dilaksanakan dua kali dalam sebulan,” jelasnya.

Ia menegaskan, penataan kabel bukan hanya berkaitan dengan estetika kawasan wisata, tetapi juga menyangkut faktor keselamatan masyarakat, terutama pejalan kaki yang melintas di area wisata yang padat aktivitas tersebut.

Penertiban jaringan utilitas ini melibatkan sejumlah pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Badung, APJATEL, Telkom Indonesia, hingga pendampingan Kejaksaan Negeri Badung.

“Selain untuk menjaga estetika, agar keselamatan pejalan kaki yang melintas juga tetap terjaga,” tambah Teddy.

Sementara itu, Kasatpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara menegaskan pemerintah sebenarnya telah menyediakan fasilitas bagi provider untuk menempatkan jaringan kabel di bawah trotoar. Karena itu, pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi kepada provider yang masih melanggar aturan.

“Jika setelah penertiban hari ini para provider masih bandel, maka kabelnya akan kami turunkan. Kepada provider juga akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan berupa denda hingga Rp 50 juta atau pidana kurungan paling lama enam bulan,” tegasnya.

Penataan jaringan utilitas ini diharapkan mampu memperbaiki wajah kawasan wisata Canggu yang selama ini dikeluhkan akibat kabel udara yang semrawut dan mengganggu kenyamanan maupun estetika lingkungan. (ap)
    

Perkuat Deteksi Dini TPPO Dan Pelanggaran Keimigrasian, Imigrasi Bali Kukuhkan 12 Desa Binaan Imigrasi

 

TPPO dan TPPM serta pelanggaran keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja
menyelenggarakan kegiatan Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi.

Pengukuhan dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah (Ka. Kanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi
Bali, Felucia Sengky Ratna.

Kegiatan tersebut dihadiri perangkat desa dari desa-desa yang ditetapkan sebagai Desa Binaan Imigrasi,

Petugas Pembina Desa (PIMPASA), serta aparat penegak hukum dari instansi terkait.

Dalam sambutannya,
Ka. Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi
Bali, Felucia Sengky Ratna menyampaikan apresiasi atas komitmen
dan antusiasme pemerintah desa dalam mendukung implementasi program Desa Binaan
Imigrasi sebagai bagian dari penguatan fungsi keimigrasian di wilayah.

Iapun menegaskan bahwa pengukuhan tersebut tidak dimaknai sebatas seremoni
administratif, melainkan sebagai langkah strategis dalam membangun mekanisme
pengawasan partisipatif yang melibatkan unsur pemerintah desa dan masyarakat secara
langsung.

Menurutnya, setiap Petugas Pembina Desa yang telah ditunjuk memiliki tanggung
jawab untuk menjalankan fungsi pembinaan, koordinasi, edukasi, dan pengawasan secara
aktif dan berkelanjutan guna memastikan tujuan program dapat terlaksana secara optimal.

“Keterlibatan aktif Petugas Pembina Desa menjadi elemen penting dalam membangun
sistem deteksi dini terhadap potensi pelanggaran keimigrasian di tingkat desa. Oleh karena
itu, diperlukan kontribusi nyata, pola koordinasi yang efektif, serta pelaksanaan evaluasi
kinerja secara berkala agar program ini berjalan secara terukur dan berkesinambungan,”
ujarnya, pada Selasa (12/5/2026) di Singaraja.

Sebanyak 12 desa yang tersebar di tiga kabupaten di Provinsi Bali, yakni Kabupaten
Buleleng, Kabupaten Jembrana, dan Kabupaten Karangasem, resmi dikukuhkan sebagai
Desa Binaan Imigrasi.

Pembentukan desa binaan tersebut merupakan bagian dari strategi
Direktorat Jenderal Imigrasi dalam memperluas pengawasan keimigrasian berbasis
kewilayahan melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.

Putra) menjelaskan bahwa penetapan desa-desa binaan dilakukan berdasarkan sejumlah
indikator kerawanan keimigrasian dan karakteristik wilayah.

“Penentuan desa binaan dilakukan melalui pemetaan dan analisis terhadap beberapa aspek
strategis, di antaranya jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta konsentrasi titik
kerawanan keimigrasian di wilayah tersebut. Dengan terbentuknya Desa Binaan Imigrasi,
diharapkan dapat tercipta sistem deteksi dini yang lebih efektif dalam mencegah terjadinya
pelanggaran keimigrasian, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), maupun Tindak
Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM),” jelas Anak Agung Gde Kusuma Putra.

Melalui pengukuhan ini, Kantor Imigrasi Singaraja berharap sinergi antara pemerintah desa,
aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan terkait dapat semakin diperkuat dalam
rangka menciptakan tata kelola pengawasan keimigrasian yang responsif, adaptif, dan
berbasis partisipasi masyarakat.

Program Desa Binaan Imigrasi juga diharapkan mampu
meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap migrasi aman dan prosedural sekaligus
memperkuat perlindungan terhadap warga dari potensi tindak pidana trans nasional.

Adapun data desa binaan Imigrasi, diantaranya Desa Panji, Kelurahan Liligundi, Desa Sangsit, Desa Kalibukbuk, Desa Bungkulan, Desa Panji Anom, Desa Pergung, Desa Pengambengan, Desa Tianyar, Desa Kubu, Kelurahan Banjar Tegal, dan Kelurahan Banyuasri. GS

    

Proyek Jalan Strategis Senilai Rp50,6 Miliar Resmi Bergulir di Nusa Penida

 


 

Klungkung,Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali melanjutkan upaya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Nusa Penida melalui proyek peningkatan ruas Jalan Sampalan–Toyapakeh. Program tersebut resmi diluncurkan langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama jajaran Forkopimda, Senin (11/5/2026).

Pelaksanaan proyek dilakukan sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam memperbaiki kondisi jalan utama yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan mendesak masyarakat maupun wisatawan di Nusa Penida. Ruas jalan tersebut memiliki peran penting sebagai jalur penghubung aktivitas ekonomi, distribusi logistik, hingga akses menuju kawasan pariwisata.

Perbaikan infrastruktur akan dilakukan sepanjang kurang lebih delapan kilometer dengan target meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Pemerintah berharap pembangunan ini mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menunjang pertumbuhan sektor pariwisata yang terus berkembang di kawasan kepulauan tersebut.

Dalam keterangannya, Bupati I Made Satria meminta masyarakat memahami proses pengerjaan yang sedang berlangsung dan tetap mendukung jalannya pembangunan. Ia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan penanganan jalan rusak secara bertahap agar manfaatnya dapat segera dirasakan warga.

Menurutnya, infrastruktur jalan yang memadai menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong pemerataan pembangunan serta meningkatkan daya saing pariwisata Nusa Penida di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Klungkung, Made Jati Laksana, menjelaskan proyek peningkatan jalan tersebut dikerjakan oleh PT Aditya Sinar Pratama dengan pengawasan teknis dari CV Dinamika Desain.

Proyek tersebut memiliki nilai kontrak lebih dari Rp50,6 miliar dengan waktu pelaksanaan selama 240 hari kalender. Setelah pekerjaan selesai, akan dilanjutkan masa pemeliharaan selama satu tahun guna memastikan kualitas infrastruktur tetap terjaga.

Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap proyek strategis ini dapat memperkuat konektivitas antarwilayah di Nusa Penida serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

    

TP Posyandu Gelar Aksi Sosial di Tabanan, Dorong Posyandu 6 SPM Jadi Layanan Dasar Masyarakat

 



Tabanan — Pengarah Posyandu, Putu Anom Agustina, menegaskan sosialisasi yang dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan diharapkan mampu menjadikan Posyandu sebagai layanan dasar masyarakat. Hal itu disampaikannya saat memberi sosialisasi kepada para kader dalam Aksi Sosial TP Posyandu Membina dan Berbagi di Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur dan Desa Serampingan, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Senin (11/5).


Kepala Dinas PMD dan Dukcapil Provinsi Bali, Made Dwi Dewata, berharap Kader Posyandu dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa dengan menyerap aspirasi serta mendata permasalahan sesuai 6 bidang SPM Posyandu.


Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyampaikan TP Posyandu Tabanan telah melakukan pembinaan di 6 kecamatan dan akan menyusul di 3 kecamatan lainnya. Total kader di 382 Posyandu sudah diberi pembinaan dan sosialisasi terkait Posyandu 6 SPM.


Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan kepada 138 Kader Posyandu, terdiri dari 66 kader Desa Mambang dan 72 kader Desa Serampingan. Masing-masing kader menerima 30 kg beras, 2 krat telur, dan 2 kotak susu.

    

Buka Loka Sabha Madya VIII MGPSSR Jembrana, Wagub Giri Prasta Tekankan Persatuan dan Pendataan Semeton Pasek

 



Jembrana — Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, selaku Ketua Umum MGPSSR Provinsi Bali, membuka Loka Sabha Madya VIII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Kabupaten Jembrana di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Sabtu (9/5/2026).


Dalam sambutannya, Giri Prasta mengajak seluruh semeton Pasek Jembrana tetap guyub dan bersatu menjalankan Catur Swadharmaning Kepasekan: Astiti ring Ida Hyang Widhi Wasa, Bakti ring Kawitan, Tindih ring Bhisama, dan Guyub ring Pasemetonan. Ia menegaskan persatuan adalah kunci keberhasilan. “Kalau kita bersatu, maka setengah perjuangan berhasil. Kalau kita tidak bersatu, maka setengah perjuangan gagal,” tegasnya. Ia menyebut leluhur Pasek sangat wikan dan bijaksana, sehingga tidak boleh ada perpecahan.


Giri Prasta meminta siapapun yang terpilih sebagai Manggala MGPSSR Jembrana segera membentuk kepengurusan dan melakukan pendataan menyeluruh. Pendataan meliputi jumlah Ida Pandita Mpu Nabe dan Ida Pandita Mpu di tiap kecamatan, Ida Bawati, Pura Dadia Pasek, hingga total semeton Pasek di Jembrana. Data ini penting untuk mengetahui kondisi dan memudahkan upaya restorasi pura jika diperlukan. Di akhir acara, Wagub Giri Prasta menghaturkan punia Rp25 juta untuk kelancaran Loka Sabha Madya.


Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan berharap Loka Sabha Madya VIII yang bertema “Kita Tingkatkan Catur Swadharmaning Kepasekan dengan Membangun Manusia, Alam, Adat, dan Budaya” ini jadi ajang peningkatan kualitas, saling menguatkan, dan tolong-menolong antar semeton Pasek. Ia juga meminta ketua dan pengurus terpilih mengedepankan musyawarah mufakat.


Acara dihadiri Ida Pandita Mpu Nabe bersama Ida Pandita Mpu, Anggota DPD RI Dapil Bali I Komang Merta Jiwa, Bupati Jembrana, anggota DPRD Bali, Kemenag Jembrana, PHDI, MDA Jembrana, pengurus MGPSSR Provinsi Bali, ketua MGPSSR kabupaten/kota se-Bali, serta semeton Pasek Jembrana.

    

Pasar Rakyat TP PKK Bali di Klungkung: Belanja Produk UMKM dan Salurkan Bantuan untuk 100 Warga

 



Klungkung — TP PKK Provinsi Bali berkolaborasi dengan TP PKK Kota/Kabupaten menggelar Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” di Lapangan Ida Dewa Agung Jambe, Klungkung, Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini menggabungkan aktivitas ekonomi dan kepedulian sosial. Produk pertanian dan UMKM yang dijual di pasar rakyat diborong TP PKK Provinsi Bali dan Kota/Kabupaten, lalu dibagikan kepada 100 warga membutuhkan seperti lansia dan keluarga prasejahtera. Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, juga menyalurkan bantuan dari Gubernur Bali berupa 2 ton beras, 6.000 butir telur, dan 100 liter minyak kelapa tandusan.


Putri Koster menjelaskan pasar rakyat berawal dari masa Pandemi Covid-19 saat hasil panen petani dan produk UMKM tak terserap pasar. Saat itu TP PKK Bali menggagas pasar rakyat skala kecil di depan Kantor Gubernur Bali dengan mengajak ASN membeli produk lokal. Program ini dilanjutkan pasca-pandemi karena dinilai memperkuat perputaran ekonomi, promosi petani dan UMKM tanpa biaya stand, serta menjaga semangat gotong royong. “Tujuan mulia kegiatan ini adalah menjalin silaturahmi, menyapa UMKM, sekaligus mengajak masyarakat untuk peduli,” ujarnya.


Dalam sambutannya, Putri Koster memberi perhatian khusus pada pelestarian tenun khas Klungkung. Ia menyoroti banyaknya kain endek produksi luar yang dipasarkan di Bali dan meminta Brida Provinsi Bali melakukan survei penjualan kain tenun untuk memperoleh data valid. Ia juga menyinggung optimalisasi pemasaran garam lokal. 


Ketua TP PKK Klungkung, Ny. Eva Satria, mengapresiasi kegiatan ini sebagai kesempatan penting bagi UMKM lokal. Dari total 30.171 IKM/UMKM di Klungkung, sebanyak 99 produsen terlibat dalam pasar rakyat, meliputi IKM, pangan segar, makanan, kuliner, kain tenun, hingga kerajinan tangan. Bupati Klungkung I Made Satria menyebut pasar rakyat jadi momentum menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mempromosikan produk lokal Klungkung.


Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Sekretaris I TP PKK Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, serta Ketua TP PKK Kota/Kabupaten se-Bali bersama jajaran pengurus.

    

Gubernur Koster-Wagub Giri Prasta Beri Hadiah Ogoh-Ogoh Terfavorit, Dorong STT Lestarikan Kreativitas Budaya Bali

 



Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Nyoman Giri Prasta menyerahkan Piagam Penghargaan dan Hadiah Pemenang Ogoh-Ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar, Jumat (8/5). Apresiasi ini diberikan kepada Sekaa Teruna Teruni (STT) yang dinilai berhasil menjaga denyut budaya Bali lewat karya ogoh-ogoh yang artistik dan sarat makna filosofis.


Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan ogoh-ogoh bukan sekadar tradisi tahunan menjelang Nyepi, melainkan simbol ketangguhan, solidaritas, kreativitas, dan kecintaan generasi muda terhadap akar budaya leluhur. “Hari Raya Nyepi memang sudah lewat, tetapi semangatnya jangan sampai luntur. Ini menjadi wahana bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menguatkan jati diri,” ujarnya.


Saat berdialog, Gubernur dan Wagub dibuat terperangah mengetahui proses pembuatan ogoh-ogoh bisa memakan waktu 4–5 bulan dengan biaya produksi lebih dari Rp50 juta. Angka itu lahir dari gotong royong, pengorbanan waktu, tenaga, dan semangat kebersamaan pemuda di banjar-banjar Bali yang rela begadang berbulan-bulan demi karya terbaik saat pengerupukan.


Sebagai bentuk apresiasi, Pemprov Bali memberikan dana pembinaan masing-masing Rp5 juta kepada 10 STT favorit pilihan Gubernur dan Wagub. Penerima penghargaan yakni: STT Anom Darsana (Karangasem), ST Asti Dharma Kerti (Bangli), YDA Purbawisesa (Jembrana), ST Sukarela (Denpasar), ST Siladharma Silakarang (Gianyar), ST Swadharmita (Klungkung), STT Ananta Genta Laksana (Tabanan), STT Munca Sari (Tabanan), ST Samagama Triwarga (Buleleng), dan ST Bhuana Kusuma (Badung).


Momen haru terjadi saat para penerima penghargaan menyampaikan terima kasih langsung kepada Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta. “Matur suksma Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur atas dukungannya kepada generasi muda Bali,” ujar mereka. Momen itu menegaskan komitmen generasi muda Bali untuk terus menjaga nyala budaya leluhur di tengah gempuran modernisasi.

    

Buka Rakerda Satpol PP se-Bali, Sekda Dewa Indra Tekankan Deteksi Dini Jaga Ketertiban dan Citra Pariwisata

 

Sekretaris Daerah Provinsi Bali I Dewa Made Indra membuka Rapat Kerja Daerah Satpol PP Kabupaten/Kota se-Bali di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (8/5). Membacakan sambutan Gubernur Bali, Sekda Dewa Indra menekankan pentingnya penguatan deteksi dini terhadap potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat.


Satpol PP diminta untuk semakin solid, humanis, dan adaptif dalam menjalankan tugas. Hal ini penting guna menjaga ketertiban serta citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang aman dan nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat.


Rakerda Satpol PP Tahun 2026 mengusung tema “Optimalisasi Kinerja Satpol PP melalui Deteksi Dini dalam Penyelenggaraan Trantibumlinmas” dan diikuti sekitar 100 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan penghargaan Bali Trepti IV Tahun 2026 kepada instansi dan perusahaan yang berkontribusi mendukung ketertiban dan perlindungan masyarakat di Bali.

    

Wagub Bali Dukung BPIFK, Dorong Bali Jadi Pusat Industri Fesyen dan Kriya Nasional

 



Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyatakan dukungannya terhadap pembangunan Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Provinsi Bali. BPIFK dirancang sebagai pusat layanan terintegrasi yang mencakup Workshop Fesyen, Workshop Kriya Logam, Keramik, dan Kayu, Creative Business Incubator, Creative Hub, serta layanan Klinik SiniBisa dan fasilitas pendukung lainnya.


“Kami mendukung penuh pembangunan BPIFK di Pulau Dewata. Dengan fasilitas yang tersedia, kami yakin hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan IKM fesyen dan kriya di Bali maupun Indonesia,” ujar Giri Prasta saat mendampingi Menteri Perindustrian RI meresmikan BPIFK di Kuta, Badung, Jumat (8/5).


Sementara itu, Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita berharap Bali dapat menjadi pusat industri fesyen dan kriya di Indonesia. Menurutnya, Bali tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem industri kreatif yang terhubung dengan pasar nasional dan internasional.

    

DPRD Badung Bahas Pengawasan Usaha PMA demi Jaga Lingkungan dan Budaya Bali



BADUNG, punapisingaraja.com - Pimpinan bersama anggota Komisi I dan Komisi II DPRD Kabupaten Badung menggelar rapat kerja gabungan lintas komisi pada Selasa (5/5/2026) guna membahas aktivitas usaha Penanaman Modal Asing (PMA) di wilayah Kabupaten Badung.

Rapat tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas kebijakan Pemerintah Provinsi Bali terkait pembatasan kegiatan usaha PMA yang tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Bali.

Dalam pembahasan, DPRD Badung menekankan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas investasi asing agar tetap berjalan sesuai regulasi serta tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun tata ruang wilayah.

Selain itu, forum juga membahas kepatuhan perizinan usaha dan sinkronisasi kebijakan pembangunan daerah dengan prinsip keberlanjutan serta pelestarian budaya Bali.

Untuk memperkuat pembahasan, rapat turut melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung.

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, DPRD Badung berharap implementasi kebijakan pembatasan PMA dapat berjalan optimal dan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan investasi dengan kelestarian lingkungan serta budaya lokal.

Pimpinan DPRD Badung menilai kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengawasan terhadap investasi asing, sehingga pembangunan di Kabupaten Badung tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan kearifan lokal Bali.
    

Wabup Badung Hadiri HUT ke-22 Baladika Bali, Dorong Kepedulian Lingkungan dan Aksi Sosial

 


BADUNG, punapisingaraja.com - Wakil Bupati Badung, I Wayan Bagus Alit Sucipta, mendampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri puncak peringatan HUT ke-22 Baladika Bali yang digelar di Wantilan Serbaguna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, Selasa (5/5).


Mengusung tema “Merawat Pertiwi dan Peduli Lingkungan”, kegiatan ini dihadiri ribuan anggota Baladika Bali dan Laskar Bali dari berbagai kabupaten/kota di Bali.


Perayaan ulang tahun organisasi tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai aksi nyata untuk masyarakat dan lingkungan. Dalam kesempatan itu, Baladika Bali menyerahkan sebanyak 2.200 tong dan bag komposter kepada warga Kelurahan Sading guna mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat rumah tangga.


Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan bahwa momentum peringatan hari jadi organisasi hendaknya menjadi penguat solidaritas sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa organisasi mampu hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui program pengolahan sampah rumah tangga,” ujarnya.


Ia juga mengapresiasi sinergi Baladika Bali dan Laskar Bali yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti aksi kebersihan lingkungan, penghijauan, bantuan sosial, hingga donor darah.


Selain program komposter, rangkaian kegiatan sosial lainnya juga dilaksanakan, di antaranya bantuan bagi lansia dan penyandang disabilitas, program bedah rumah untuk warga kurang mampu, serta aksi donor darah yang berhasil mengumpulkan lebih dari 300 kantong darah.


Sementara itu, Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menegaskan pentingnya organisasi kemasyarakatan untuk terus bergerak melalui aksi nyata yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.


Menurutnya, persoalan lingkungan, khususnya penanganan sampah, memerlukan kerja sama dan persatuan seluruh elemen masyarakat agar dapat diselesaikan secara berkelanjutan.


“Kebersamaan adalah kekuatan utama. Jika kita bersatu, berbagai persoalan daerah akan lebih mudah disele

saikan,” tegasnya.

    

Wabup Badung Hadiri dan Jadi Upasaksi Metatah Massal di Sobangan, Serahkan Bantuan Rp500 Juta


 BADUNG, punapisingaraja.com - Wakil Bupati Badung, I Wayan Bagus Alit Sucipta, bersama Ketua WHDI Kabupaten Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta, menghadiri sekaligus menjadi upasaksi dalam pelaksanaan upacara Metatah Massal yang digelar di Pura Prajapati, Banjar Tengah dan Selat, Desa Adat Sobangan, Kecamatan Mengwi, Minggu (3/5).


Sebanyak 44 peserta mengikuti prosesi metatah yang menjadi bagian dari rangkaian Karya Agung Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, dan Tawur Balik Sumpah Madya di pura setempat.


Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat dan menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah dengan masyarakat adat dalam menjaga serta melestarikan tradisi, budaya, dan nilai-nilai keagamaan di Kabupaten Badung. Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung masyarakat menjalankan kewajiban adat dan agama.


Pada kesempatan tersebut, Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan dana Aci yang bersumber dari APBD Induk Tahun 2026 sebesar Rp500 juta kepada Desa Adat Sobangan, yang diterima langsung oleh Bendesa Adat Sobangan, I Kadek Oka Suarya.


Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Desa Adat Sobangan dalam menyukseskan rangkaian karya besar tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian upacara berjalan lancar serta membawa berkah, kedamaian, dan keselamatan bagi seluruh masyarakat.


Sementara itu, Bendesa Adat Sobangan, I Kadek Oka Suarya, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Badung yang terus hadir dalam berbagai kegiatan pembangunan maupun sosial keagamaan. Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini turut didukung dana dari APBDes Sobangan sebesar Rp250 juta.


Rangkaian karya di Pura Prajapati sendiri telah dimulai sejak 4 April, dengan puncak upacara berlangsung pada 29 April dan dijadwalkan berakhir pada 10 Mei mendatang.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya anggota DPRD Provinsi Bali I Nyoman Laka, perwakilan DPRD Badung I Made Yudana, Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gede Sukadana beserta jajaran, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana bersama unsur Tripika Kecamatan, Perbekel Sobangan I Ketut Tirtayasa, serta para Bendesa dan Kelian Adat se-Desa Adat Sobangan da Dukuh Moncos.

    

Ketua DPRD Badung Dukung Rencana Pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali di Eks Sari Club

 


BADUNG, punapisingaraja.com - Rencana pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali mulai disosialisasikan kepada masyarakat melalui kegiatan yang berlangsung di Balai Banjar Pengabetan, Desa Adat Kuta, Sabtu (2/5). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti.


Dalam sosialisasi itu dipaparkan konsep pembangunan museum yang direncanakan berdiri di kawasan Bom Bali I, tepatnya di lokasi bekas Sari Club. Museum ini nantinya diharapkan menjadi ruang memorial untuk mengenang para korban tragedi kemanusiaan, sekaligus sebagai tempat refleksi tentang pentingnya menjaga perdamaian, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.


I Gusti Anom Gumanti menyampaikan dukungannya terhadap rencana pembangunan museum tersebut. Menurutnya, keberadaan Museum Taman Perdamaian Bali tidak hanya menjadi pengingat sejarah, tetapi juga memiliki nilai edukasi penting bagi generasi mendatang agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.


Ia juga berharap pembangunan museum dapat berjalan dengan baik serta memberi manfaat bagi masyarakat luas, khususnya dalam memperkuat pesan perdamaian dan toleransi di Bali.

    

Badung Ecology Art Space 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Seni dan Kepedulian Lingkungan


BADUNG, punapisingaraja.com - Komitmen dalam mendukung pengembangan seni budaya sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan kembali ditunjukkan melalui gelaran Badung Ecology Art Space 2026 yang berlangsung di Wantilan Pura Lingga Bhuana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Rabu (29/4).


Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya membangun kepedulian lingkungan melalui pendekatan seni dan budaya.


Turut hadir dalam acara ini Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Badung, I Made Rai Wirata, bersama jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta para seniman lokal yang ikut berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan.


Usai acara, I Gusti Anom Gumanti menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Badung Ecology Art Space 2026 yang dinilai menjadi wadah kolaborasi positif antara seni, budaya, dan isu lingkungan. Menurutnya, seni merupakan media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan ekologis kepada masyarakat.


“Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya menikmati karya seni, tetapi juga diajak untuk semakin peduli terhadap lingkungan. Kolaborasi seperti ini sangat positif dalam membangun kesadaran bersama,” ujarnya.


Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.


Anom Gumanti juga mengapresiasi kontribusi para seniman lokal dalam memajukan seni budaya di Kabupaten Badung. Ia berharap ruang-ruang kreatif seperti Badung Ecology Art Space dapat terus berkembang sebagai sarana ekspresi, edukasi, dan kampanye kepedulian lingkungan bagi masyarakat luas.


“Seniman memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan sosial maupun lingkungan kepada masyarakat. Kami tentu mendukung agar kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin berkembang ke depannya,” tutupnya.

    

Hardiknas 2026, Ketua DPRD Badung Dorong Penguatan Peran Guru Hadapi Tantangan Pendidikan

 


Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan seminar pendidikan di SMK Pratama Widya Mandala, Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh PGRI Cabang Kuta Utara dan diikuti oleh para tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Kuta Utara.


Mengusung tema “Peran Strategis Guru dalam Menjawab Tantangan Pendidikan di Kabupaten Badung”, seminar ini menjadi wadah berbagi wawasan sekaligus memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.


Dalam sambutannya, Anom Gumanti mengapresiasi PGRI atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.


Menurutnya, momentum Hardiknas harus menjadi refleksi bersama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di berbagai aspek. DPRD Kabupaten Badung, lanjutnya, berkomitmen mendukung sektor pendidikan melalui peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik serta penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai.


Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari para peserta. Diharapkan, seminar ini dapat melahirkan ide dan langkah nyata yang berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Badung.