𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗧𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗻𝘁𝗮𝘃𝗶𝗿𝘂𝘀, 𝗗𝗶𝗻𝗸𝗲𝘀 𝗣𝗮𝘀𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗔𝗱𝗮 𝗞𝗮𝘀𝘂𝘀
𝗞𝗮𝗯𝗲𝗹 𝗦𝗲𝗺𝗿𝗮𝘄𝘂𝘁 𝗱𝗶 𝗖𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗿𝘁𝗶𝗯𝗸𝗮𝗻, 𝗣𝗿𝗼𝘃𝗶𝗱𝗲𝗿 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗲𝗹 𝗧𝗲𝗿𝗮𝗻𝗰𝗮𝗺 𝗗𝗲𝗻𝗱𝗮 𝗥𝗽 𝟱𝟬 𝗝𝘂𝘁𝗮
Perkuat Deteksi Dini TPPO Dan Pelanggaran Keimigrasian, Imigrasi Bali Kukuhkan 12 Desa Binaan Imigrasi
TPPO dan TPPM serta pelanggaran keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja
menyelenggarakan kegiatan Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi.
Pengukuhan dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah (Ka. Kanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi
Bali, Felucia Sengky Ratna.
Kegiatan tersebut dihadiri perangkat desa dari desa-desa yang ditetapkan sebagai Desa Binaan Imigrasi,
Petugas Pembina Desa (PIMPASA), serta aparat penegak hukum dari instansi terkait.
Dalam sambutannya,
Ka. Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi
Bali, Felucia Sengky Ratna menyampaikan apresiasi atas komitmen
dan antusiasme pemerintah desa dalam mendukung implementasi program Desa Binaan
Imigrasi sebagai bagian dari penguatan fungsi keimigrasian di wilayah.
Iapun menegaskan bahwa pengukuhan tersebut tidak dimaknai sebatas seremoni
administratif, melainkan sebagai langkah strategis dalam membangun mekanisme
pengawasan partisipatif yang melibatkan unsur pemerintah desa dan masyarakat secara
langsung.
Menurutnya, setiap Petugas Pembina Desa yang telah ditunjuk memiliki tanggung
jawab untuk menjalankan fungsi pembinaan, koordinasi, edukasi, dan pengawasan secara
aktif dan berkelanjutan guna memastikan tujuan program dapat terlaksana secara optimal.
“Keterlibatan aktif Petugas Pembina Desa menjadi elemen penting dalam membangun
sistem deteksi dini terhadap potensi pelanggaran keimigrasian di tingkat desa. Oleh karena
itu, diperlukan kontribusi nyata, pola koordinasi yang efektif, serta pelaksanaan evaluasi
kinerja secara berkala agar program ini berjalan secara terukur dan berkesinambungan,”
ujarnya, pada Selasa (12/5/2026) di Singaraja.
Sebanyak 12 desa yang tersebar di tiga kabupaten di Provinsi Bali, yakni Kabupaten
Buleleng, Kabupaten Jembrana, dan Kabupaten Karangasem, resmi dikukuhkan sebagai
Desa Binaan Imigrasi.
Pembentukan desa binaan tersebut merupakan bagian dari strategi
Direktorat Jenderal Imigrasi dalam memperluas pengawasan keimigrasian berbasis
kewilayahan melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.
Putra) menjelaskan bahwa penetapan desa-desa binaan dilakukan berdasarkan sejumlah
indikator kerawanan keimigrasian dan karakteristik wilayah.
“Penentuan desa binaan dilakukan melalui pemetaan dan analisis terhadap beberapa aspek
strategis, di antaranya jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta konsentrasi titik
kerawanan keimigrasian di wilayah tersebut. Dengan terbentuknya Desa Binaan Imigrasi,
diharapkan dapat tercipta sistem deteksi dini yang lebih efektif dalam mencegah terjadinya
pelanggaran keimigrasian, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), maupun Tindak
Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM),” jelas Anak Agung Gde Kusuma Putra.
Melalui pengukuhan ini, Kantor Imigrasi Singaraja berharap sinergi antara pemerintah desa,
aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan terkait dapat semakin diperkuat dalam
rangka menciptakan tata kelola pengawasan keimigrasian yang responsif, adaptif, dan
berbasis partisipasi masyarakat.
Program Desa Binaan Imigrasi juga diharapkan mampu
meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap migrasi aman dan prosedural sekaligus
memperkuat perlindungan terhadap warga dari potensi tindak pidana trans nasional.
Adapun data desa binaan Imigrasi, diantaranya Desa Panji, Kelurahan Liligundi, Desa Sangsit, Desa Kalibukbuk, Desa Bungkulan, Desa Panji Anom, Desa Pergung, Desa Pengambengan, Desa Tianyar, Desa Kubu, Kelurahan Banjar Tegal, dan Kelurahan Banyuasri. GS
Proyek Jalan Strategis Senilai Rp50,6 Miliar Resmi Bergulir di Nusa Penida
Klungkung,Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali melanjutkan upaya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Nusa Penida melalui proyek peningkatan ruas Jalan Sampalan–Toyapakeh. Program tersebut resmi diluncurkan langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama jajaran Forkopimda, Senin (11/5/2026).
Pelaksanaan proyek dilakukan sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam memperbaiki kondisi jalan utama yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan mendesak masyarakat maupun wisatawan di Nusa Penida. Ruas jalan tersebut memiliki peran penting sebagai jalur penghubung aktivitas ekonomi, distribusi logistik, hingga akses menuju kawasan pariwisata.
Perbaikan infrastruktur akan dilakukan sepanjang kurang lebih delapan kilometer dengan target meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Pemerintah berharap pembangunan ini mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menunjang pertumbuhan sektor pariwisata yang terus berkembang di kawasan kepulauan tersebut.
Dalam keterangannya, Bupati I Made Satria meminta masyarakat memahami proses pengerjaan yang sedang berlangsung dan tetap mendukung jalannya pembangunan. Ia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan penanganan jalan rusak secara bertahap agar manfaatnya dapat segera dirasakan warga.
Menurutnya, infrastruktur jalan yang memadai menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong pemerataan pembangunan serta meningkatkan daya saing pariwisata Nusa Penida di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Klungkung, Made Jati Laksana, menjelaskan proyek peningkatan jalan tersebut dikerjakan oleh PT Aditya Sinar Pratama dengan pengawasan teknis dari CV Dinamika Desain.
Proyek tersebut memiliki nilai kontrak lebih dari Rp50,6 miliar dengan waktu pelaksanaan selama 240 hari kalender. Setelah pekerjaan selesai, akan dilanjutkan masa pemeliharaan selama satu tahun guna memastikan kualitas infrastruktur tetap terjaga.
Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap proyek strategis ini dapat memperkuat konektivitas antarwilayah di Nusa Penida serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.
TP Posyandu Gelar Aksi Sosial di Tabanan, Dorong Posyandu 6 SPM Jadi Layanan Dasar Masyarakat
Tabanan — Pengarah Posyandu, Putu Anom Agustina, menegaskan sosialisasi yang dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan diharapkan mampu menjadikan Posyandu sebagai layanan dasar masyarakat. Hal itu disampaikannya saat memberi sosialisasi kepada para kader dalam Aksi Sosial TP Posyandu Membina dan Berbagi di Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur dan Desa Serampingan, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Senin (11/5).
Kepala Dinas PMD dan Dukcapil Provinsi Bali, Made Dwi Dewata, berharap Kader Posyandu dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa dengan menyerap aspirasi serta mendata permasalahan sesuai 6 bidang SPM Posyandu.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyampaikan TP Posyandu Tabanan telah melakukan pembinaan di 6 kecamatan dan akan menyusul di 3 kecamatan lainnya. Total kader di 382 Posyandu sudah diberi pembinaan dan sosialisasi terkait Posyandu 6 SPM.
Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan kepada 138 Kader Posyandu, terdiri dari 66 kader Desa Mambang dan 72 kader Desa Serampingan. Masing-masing kader menerima 30 kg beras, 2 krat telur, dan 2 kotak susu.
Buka Loka Sabha Madya VIII MGPSSR Jembrana, Wagub Giri Prasta Tekankan Persatuan dan Pendataan Semeton Pasek
Jembrana — Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, selaku Ketua Umum MGPSSR Provinsi Bali, membuka Loka Sabha Madya VIII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Kabupaten Jembrana di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Sabtu (9/5/2026).
Dalam sambutannya, Giri Prasta mengajak seluruh semeton Pasek Jembrana tetap guyub dan bersatu menjalankan Catur Swadharmaning Kepasekan: Astiti ring Ida Hyang Widhi Wasa, Bakti ring Kawitan, Tindih ring Bhisama, dan Guyub ring Pasemetonan. Ia menegaskan persatuan adalah kunci keberhasilan. “Kalau kita bersatu, maka setengah perjuangan berhasil. Kalau kita tidak bersatu, maka setengah perjuangan gagal,” tegasnya. Ia menyebut leluhur Pasek sangat wikan dan bijaksana, sehingga tidak boleh ada perpecahan.
Giri Prasta meminta siapapun yang terpilih sebagai Manggala MGPSSR Jembrana segera membentuk kepengurusan dan melakukan pendataan menyeluruh. Pendataan meliputi jumlah Ida Pandita Mpu Nabe dan Ida Pandita Mpu di tiap kecamatan, Ida Bawati, Pura Dadia Pasek, hingga total semeton Pasek di Jembrana. Data ini penting untuk mengetahui kondisi dan memudahkan upaya restorasi pura jika diperlukan. Di akhir acara, Wagub Giri Prasta menghaturkan punia Rp25 juta untuk kelancaran Loka Sabha Madya.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan berharap Loka Sabha Madya VIII yang bertema “Kita Tingkatkan Catur Swadharmaning Kepasekan dengan Membangun Manusia, Alam, Adat, dan Budaya” ini jadi ajang peningkatan kualitas, saling menguatkan, dan tolong-menolong antar semeton Pasek. Ia juga meminta ketua dan pengurus terpilih mengedepankan musyawarah mufakat.
Acara dihadiri Ida Pandita Mpu Nabe bersama Ida Pandita Mpu, Anggota DPD RI Dapil Bali I Komang Merta Jiwa, Bupati Jembrana, anggota DPRD Bali, Kemenag Jembrana, PHDI, MDA Jembrana, pengurus MGPSSR Provinsi Bali, ketua MGPSSR kabupaten/kota se-Bali, serta semeton Pasek Jembrana.



.jpeg)





